01 8 / 2012
Terserah
Saya pernah dikritik oleh tante saya karena terlalu sering mengucapkan kata “terserah”. Selama ini, saya memang suka mengucapkan kata “terserah” karena terkadang saya malas untuk berpikir. Misalkan, mau jalan-jalan kemana?, jawabannya “terserah”. Terkadang kata “terserah” memiliki makna yang membingungkan (membuat orang yang bertanya pusing tepatnya). Orang yang bertanya akan jadi serba salah. Si penanya menginginkan A, sedangkan yang ditanya cenderung menginginkan B tapi tidak menyampaikannya.
Contoh dalam konteks lain adalah dalam hal titip menitip barang. Sekarang saya baru merasakan bagaimana susahnya memilih barang titipan dari orang lain. Selera semua orang tidaklah sama, inilah yg membuat saya pusing. Terlebih memilih bentuk, jenis, ukuran, warna dan aspek-aspek lainnya. Saran saya, jika ingin menitip barang pada orang lain, usahakan beri gambaran sedetail-detailnya, jangan pernah mengatakan “terserah”.
Ada saat-saat tertentu dimana sebaiknya menggunakan kata “terserah”. Namun tidak selamanya menggunakan kata “terserah” menjadi hal yang baik. Oleh karena itu, berpandai-pandailah menggunakan kata “terserah”. (?)
31 7 / 2012
31 7 / 2012
"BUKAN bisa tapi susah. NAMUN susah tapi bisa."
31 7 / 2012
Menulis
Jujur, saya bukan orang yang hobi menulis dan merangkai kata-kata. Namun, ada saat-saat tertentu dimana saya ingin menulis. Seperti saat ini. Mungkin tulisan ini tidak begitu bermakna tapi pada saat inilah saya ingin menulis. Terkadang keinginan menulis saya terhambat karena beberapa hal. Misalnya saya terlalu lama memikirkan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan suatu hal. Bahkan saya sering bingung apakah hal tersebut patut saya ceritakan dengan tulisan atau tidak. Ini hanya ocehan saya tentang menulis. Saya hanya ingin menjadi pintar dalam “menulis”.


